
<p><iframe width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1082264710&amp;color=d5265f&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe></p>
<h2><strong>Membaca Basmalah Ketika Baca al-Quran?</strong></h2>
<p><em>Ada orang yg ketika membaca al-Quran, dia tdk baca basmalah. Cuma baca ta’awudh, lalu baca ayat. Apa itu benar? Sementara dia ditokohkan di masyarakat.</em></p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,</em></p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>, setiap membaca al-Quran, yang dimulai dari bagian manapun, kita dianjurkan membaca <em>ta’awudz</em>. Sehingga sebisa mungkin, ta’awudz tidak ditinggalkan. Karena ini perintah yang Allah sebutkan dalam al-Quran. Allah berfirman,</p>
<p class="arab">فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ</p>
<p><em>“Apabila kamu membaca al-Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.”</em> (QS. An-Nahl: 98)</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, menurut mayoritas ulama, bacaan basmalah dianjurkan ketika kita membaca al-Quran dimulai dari awal surat. Dalilnya, hadis dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,</p>
<p>Suatu ketika Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> terbangun dari tidur sambil tersenyum. Kamipun bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa yang membuat anda tersenyum?’ beliau bersabda, “Baru saja turun kepadaku satu surat.” Kemudian beliau membaca,</p>
<p class="arab">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ</p>
<p><em>Bismillahirrahmanirrahiiim.. innaa a’thainaakal kautsar…</em> dst (HR. Ahmad 12322, Muslim 921, dan yang lainnya).</p>
<p>An-Nawawi mengatakan,</p>
<p class="arab">وينبغي أن يحافظ على قراءة بسم الله الرحمن الرحيم في أول كل سورة ، سوى براءة فإن أكثر العلماء قالوا إنها آية حيث تكتب في المصحف ؛ وقد كتبت في أوائل السور سوى براءة</p>
<p>Selayaknya dijaga untuk membaca <strong><em>bismillahirrahmanirrahim</em></strong> di setiap awal surat. Kecuali surat at-Taubah. Karena mayoritas ulama mengatakan, ini adalah satu ayat (khusus) yang ditulis di mushaf. Dan ayat ini ditulis di semua awal surat, kecuali at-Taubah. (at-Tibyan fi Adab Hamalah al-Quran, hlm. 81).</p>
<p>Namun jika kita membacanya di pertengahan surat, misalnya kita baca surat al-Baqarah langsung dari ayat 183, maka tidak masalah baca basmalah, tapi jika hanya membaca ta’awudh dan langsung baca ayatnnya, tidak dicela.</p>
<p>Dalam al-Adab as-Syar’iyah dinyatakan,</p>
<p class="arab">وتستحب قراءة البسملة في أول كل سورة في الصلاة وغيرها نص عليه وقال: لا يدعها قيل له: فإن قرأ من بعض سورة يقرؤها؟ قال لا بأس</p>
<p>Dianjurkan membaca <em>basmalah</em> di awal semua surat, baik ketika shalat maupun di luar shalat. Sebagaimana yang ditegaskan Imam Ahmad. Beliau mengatakan, “Jangan sampai ditinggalkan.”</p>
<p>Ada yang bertanya kepada beliau, “Jika dia membaca basmalah di tengah surat?” jawab Imam Ahmad, “Tidak masalah dia baca.” (al-Adab as-Syar’iyah, Ibnu Muflih, 2/326).</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>, khusus untuk awal surat at-Taubah,</p>
<p>Dianjurkan untuk tidak diawali dengan basmalah, namun cukup baca ta’awudh.</p>
<p>Diantara sebabnya,</p>
<ol>
<li>Kesepakatan sahabat di zaman Utsman,</li>
</ol>
<p>Dalam mushaf Utsman tidak ada tulisan <em><strong>basmalah</strong></em> di awal surat at-Taubah. Dan menurut Utsman, itu yang beliau pahami dari isyarat yang diajarkan Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em></p>
<p>Ibnu Abbas <em>Radhiyallahu ‘anhuma</em> pernah bertanya kepada Utsman,</p>
<p>Apa yang membuat anda meletakkan al-Anfal yang merupakan salah satu dari 7 surat yang panjang disusul dengan at-Taubah yang merupakan surat al-Miin (surat yang jumlah ayatnya ratusan). Anda letakkan secara berurutan, sementara tidak anda tuliskan basmalah diantara keduanya.</p>
<p>Jawab Utsman <em>Radhiyallahu ‘anhu,</em></p>
<p>Dulu, ketika turun al-Quran kepada Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, beliau memanggil sahabat yang bertugas mencatat wahyu. Lalu beliau mengarahkan, ‘Letakkan ayat ini di surat A’. Dan surat al-Anfal termasuk surat yang awal-awal turun di Madinah. Sementara surat at-Taubah adalah surat yang akhir turun. Sementara pembahasan di surat at-Taubah mirip dengan yang ada di surat al-Anfal. Aku menduga, surat at-Taubah masih bagian dari surat al-Anfal. Hingga Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> wafat, beliau tidak menjelaskan kepada kami kalau itu bagian dari al-Anfal.</p>
<p>Karena itulah, saya urutkan keduanya dan saya tidak menuliskan basmalah di antara keduanya, lalu aku letakkan di deretan 7 surat yang panjang. (HR. Abu Daud 786 &amp; Turmudzi 3366).</p>
<ol start="2">
<li>Di awal surat at-Taubah berisi pengumuman permusuhan antara Allah dan Rasul-Nya <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dengan orang-orang musyrikin. Karena itu, surat at-Taubah sering disebut surat Bara’ah (permusuhan).</li>
</ol>
<p>Demikian pula, surat ini isinya mempermalukan orang-orang munafiq. Hingga Ibnu Abbas menyebutnya dengan surat al-Fadhihah (Yang mempermalukan). Karena itulah, ketika Muhammad al-Hanifiyah – putra Ali bin bin Thalib – ditanya mengapa dalam surat at-Taubah tidak diawali dengan basmalah.</p>
<p>Beliau menjawab,</p>
<p class="arab">إن ( براءة ) نزلت بالسيف وإن «بسم الله الرحمن الرحيم» أمانٌ</p>
<p>Sesungguhnya surat Baraah turun membawa pedang. Sementara <strong><em>bismillahirrahmanirrahim</em></strong> adalah lambang keamanan. (Zadul Masir, 3/144).</p>
<p>Demikian,wallahu a’lam.</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>SPONSOR hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>DONASI hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial</li>
</ul>
 