
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Syaikh Abdul Aziz bin Baaz ditanya:</p>
<p>Saya seorang wanita yang sakit, saya tidak ber<a title="Shalat Puasa Ramadhan" href="https://konsultasisyariah.com/fikih/tidak-mampu-mengqadha-puasa.html" target="_blank"><strong>puasa</strong></a> beberapa hari pada bulan Ramadhan lalu dan karena sakit yang saya alami, maka saya tidak dapat meng-qadha <a title="Shalat Puasa Ramadhan" href="../fikih/tidak-mampu-mengqadha-puasa.html" target="_blank"><strong>puasa</strong></a>, apakah yang harus saya lakukan sebagai kaffarah-nya? Kemudian juga, saya tidak mampu ber<a title="Shalat Puasa Ramadhan" href="../fikih/tidak-mampu-mengqadha-puasa.html" target="_blank"><strong>puasa</strong></a> di bulan Ramadhan tahun ini, apakah yang saya lakukan sebagai kaffarah-nya?</p>
<p><!--more--></p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Orang sakit yang menyebabkan sulit baginya untuk ber<a title="Shalat Puasa Ramadhan" href="../fikih/tidak-mampu-mengqadha-puasa.html" target="_blank"><strong>puasa</strong></a> disyariatkan untuk tidak ber<a title="Shalat Puasa Ramadhan" href="../fikih/tidak-mampu-mengqadha-puasa.html" target="_blank"><strong>puasa</strong></a>, lalu jika Allah memberinya kesembuhan, maka ia harus meng-qadha <a title="Shalat Puasa Ramadhan" href="../fikih/tidak-mampu-mengqadha-puasa.html" target="_blank"><strong>puasa</strong></a>nya itu berdasarkan firman Allah,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;">وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ</p>
<p><em>“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya ber</em><a title="Shalat Puasa Ramadhan" href="../fikih/tidak-mampu-mengqadha-puasa.html" target="_blank"><strong>puasa</strong></a><em>), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.”</em> (Qs. al-Baqarah: 185).</p>
<p>Dan Anda boleh tidak ber<a title="Shalat Puasa Ramadhan" href="../fikih/tidak-mampu-mengqadha-puasa.html" target="_blank"><strong>puasa</strong></a> di bulan Ramadhan ini jika Anda masih dalam kondisi sakit, karena tidak ber<a title="Shalat Puasa Ramadhan" href="../fikih/tidak-mampu-mengqadha-puasa.html" target="_blank"><strong>puasa</strong></a> merupakan keringanan (rukhshah) dari Allah bagi orang yang sakit serta orang yang musafir, dan Allah suka jika rukhshah-Nya itu dijalankan, sebagaimana Allah benci jika perbuatan maksiat dilakukan. Kemudian Anda tetap diwajibkan untuk meng-qadha <a title="Shalat Puasa Ramadhan" href="../fikih/tidak-mampu-mengqadha-puasa.html" target="_blank"><strong>puasa</strong></a>, semoga Allah memberi Anda kesembuhan dan memberi kita semua ampunan atas dosa yang telah kita perbuat (<em>Fatawa ash-Shiyam,</em> halaman 57).</p>
<p>Sumber:<em> Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Jilid 1,</em> Darul Haq, Cetakan VI 2010<br>
Dipublikasikan oleh: <a title="KonsultasiSyariah.Com" href="https://konsultasisyariah.com" target="_blank">KonsultasiSyariah.com</a></p>
 