
<p>Menyelesaikan utang dengan gali lubang tutup lubang (alias: cari utangan lagi untuk menutupi utang yang lain), bukan menyelesaikan masalah, tetapi sebenarnya menambah masalah.</p>
<ul>
<li>Ada yang punya usaha, ingin kembangkan, ia cari pinjaman utang (riba). Eh ternyata usaha sekarang gak jalan, utang pun dicari lagi untuk menutupi utang sebelumnya.</li>
<li>Ada yang beli mobil secara cicilan (sebenarnya untuk mendukung usaha, lalu sedikit tambah gaya). Ternyata usaha tidak berjalan lancar seperti dulu, utang pun jadi menumpuk. Jadinya yang dipikirkan bagaimana bisa untuk gali lubang tutup lubang.<span class="Apple-converted-space"> </span>
</li>
</ul>
<p> </p>
<h3>Apa solusinya agar tidak gali lubang tutup lubang lagi?</h3>
<p><strong>Pertama</strong>, tundalah kesenangan. Pangkas pengeluaran yang tidak terlalu penting atau masih bisa ditunda. Kalau gaji harus digunakan untuk membayar utang lebih banyak, tekan angaran untuk bersenang-senang, seperti traveling, hang out, menonton film di bioskop, atau belanja yang hanya sekadar untuk menambah keren.</p>
<p>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/9681-terbelit-utang-riba-ratusan-juta-bagaimana-cara-melunasinya.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;"><strong>Cara Melunasi Utang Ratusan Juta dalam Waktu Singkat</strong></span></a></p>
<p><strong>Kedua</strong>, mencari penghasilan tambahan.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, kurangi gengsi, ingin keren, dan hal tak penting lainnya. Jangan berutang untuk hal-hal seperti ini lagi.</p>
<p>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/15194-khutbah-jumat-banyak-gaya-dengan-utang.html" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="color: #ff0000;">Banyak Gaya dengan Utang</span></strong></a></p>
<p><strong>Keempat</strong>, jual aset jika ingin utang cepat lunas.</p>
<p><strong>Kelima</strong>, memikirkan strategi bisnis yang baik jika utang tersebut terkait bisnis.</p>
<p><strong>Keenam</strong>, sebenarnya ibadah juga perlu dikoreksi karena bisa jadi lubang baru itu muncul karena kita jauh dari mendapat pertolongan Allah.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Kenapa tak ditolong oleh Allah? Iya, karena kita sendiri tak mau dekat dengan Allah, tak mau ibadah. Wong, ke masjid saja jarang. Kepala saja tidak pernah digunakan untuk sujud di tanah. Sajadah dan perlengkapan shalat saja barulah keluar dari lemari ketika Idulfitri tiba. Ada majelis ilmu dekat dari rumah dan mudah dijangkau, para ustadz dan kyai sudah siap beri ilmu yang menuntun pada kebaikan itu saja tidak pernah didatangi.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Coba kita renungkan kenapa pertolongan Allah tak kunjung datang dan kita terus merasa susah saat ini. Padahal Allah sudah janjikan, takwa itu membuka jalan keluar dan menyebabkan rezeki itu datang dari pintu mana saja yang tak disangka-sangka.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/12991-allah-akan-menolong-orang-yang-berutang.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;"><strong>Allah Akan Menolong Orang yang Berutang</strong></span></a></p>
<p><strong>Ketujuh</strong>, bertekad untuk tidak utang lagi, apalagi utang riba.</p>
<p>Sudahlah, gak usah menambah utang lagi, hindari prinsip gali lubang tutup lubang.</p>
<blockquote><p><em>Kami hanya bisa terus ingatkan dan doakan Anda, semoga utang Anda cepat lunas.<span class="Apple-converted-space"> </span></em></p></blockquote>
<p> </p>
<p><strong>Baca juga:</strong></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/16646-dikejar-utang-6-milyar.html" target="_blank" rel="noopener"><strong>Lagi Dikejar Utang 6 Milyar</strong></a></span></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/6206-hidup-mewah-dengan-utang-riba.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;"><strong>Hidup Mewah dengan Utang Riba</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/15431-7-solusi-utang-riba.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;"><strong>7 Solusi Utang Riba</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/15502-berutang-itu-ketika-butuh-bukan-bergampang-gampangan-dalam-utang.html" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #ff0000;"><strong>Berutang itu Ketika Butuh, Bukan Bergampangan-Gampangan untuk Utang</strong></span></a></li>
</ul>
<p>—</p>
<p>Catatan 16 Syawal 1442 H @ <a href="https://darushsholihin.com">Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul DIY</a></p>
<p><a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p><a href="https://rumaysho.com">Artikel Rumaysho.Com</a></p>
 