
<p><span style="font-weight: 400;">Imam Al-Bukhari </span><i><span style="font-weight: 400;">Rahimahullahu Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;">, menjelaskan tentang ilmu sebelum ucapan dan perbuatan. Beliau menjelaskan firman Allah berikut ini.</span></p>
<p style="text-align: right;">فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Ketahuilah bahwa tiada sesembahan yang benar selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu</span></i><span style="font-weight: 400;">” (QS. Muhammad: 19).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam ayat ini, Allah memerintahkan berilmu terlebih dahulu sebelum ucapan dan perbuatan.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Penjelasan</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Kutipan penjelasan dari Imam Bukhari dalam kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Tsalatsatul Ushul </span></i><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Muhammad At-Tamimi </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Dalil</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Firman Allah Ta’ala,</span></p>
<p style="text-align: right;">فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Ketahuilah bahwa tiada sesembahan yang benar selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu</span></i><span style="font-weight: 400;">” (QS. Muhammad: 19).</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Kesimpulan Dalil</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Ayat ini menunjukkan bahwa wajibnya mendahulukan berilmu sebelum berucap dan berbuat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maksudnya, seorang hamba dalam beragama Islam, sebelum berucap dan beramal, wajib untuk memiliki ilmu tentang apa yang akan diucapkan atau diamalkannya.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Alasan Pendalilan</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam ayat ini, Allah memerintahkan terlebih dahulu untuk berilmu pada petikan ayat</span></p>
<p style="text-align: right;">فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada sesembahan (yang </span></i><i><span style="font-weight: 400;">haq) selain Allah.”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebelum ucapan dan perbuatan, yang ditunjukkan oleh petikan ayat: </span></p>
<p style="text-align: right;">وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Dan mohonlah ampunan atas dosamu”</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Perintah istighfar di dalam ayat ini meliputi ucapan dan perbuatan, karena maksud istighfar disini adalah mencari sebab ampunan Allah, baik dengan ucapan istighfar yang diiringi amal hati berupa harapan terhadap ampunan Allah, maupun dengan melakukan perbuatan penyebab didapatkannya ampunan Allah, seperti bertaubat dan beramal salih. Tafsir istighfar yang seperti ini, disebutkan oleh Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">dalam kitab Tafsirnya. Beliau menjelaskan bahwa firman Allah</span><i><span style="font-weight: 400;">“Dan mohonlah ampunan atas dosamu”</span></i><span style="font-weight: 400;"> berarti kita diperintahkan mencari ampunan Allah atas dosa-dosa kita dengan melakukan sebab-sebab ampunan berupa bertaubat, berdo’a memohon ampun, melakukan kebaikan pelebur dosa, meninggalkan dosa, dan memaafkan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, tepatlah dalil yang dibawakan Imam Al-Bukhari </span><i><span style="font-weight: 400;">Rahimahullahu Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">atas bab yang beliau susun, yaitu bab ilmu sebelum ucapan dan perbuatan. Demikian pula, benarlah apa yang diucapkan oleh Syaikh Muhammad At-Tamimi </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">dalam kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Tsalatsatul Ushul </span></i><span style="font-weight: 400;">di atas bahwa dalam ayat ini, Allah memerintahkan untuk berilmu terlebih dahulu sebelum ucapan dan perbuatan.</span></p>
[bersambung]
<p>***</p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
[serialposts]
 