
<p><span style="font-weight: 400;">Dalil <em>dzabh</em> (menyembelih binatang) adalah firman Allah Ta’ala :</span></p>
<p style="text-align: right;">قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ*لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ<span style="line-height: 1.5;">            </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadah menyembelih yang kulakukan, hidupku, dan matiku hanyalah untuk dan milik Allah Rabb semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya. Demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama kali (dari umat ini) berserah diri (kepada-Nya)</span></i><span style="font-weight: 400;">” (QS. Al-An’am: 162-163).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan dalil dari hadits</span></p>
<p style="text-align: right;">لعن الله من ذبح لغير الله</p>
<p><span style="font-weight: 400;"> “</span><i><span style="font-weight: 400;">Semoga</span></i> <i><span style="font-weight: 400;">Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) dipersembahkan untuk selain Allah</span></i><span style="font-weight: 400;">” (HR. Muslim).</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Kesimpulan Dalil</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Ayat tersebut merupakan dalil bahwa menyembelih binatang (dzabh) adalah ibadah.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Penjelasan Dalil dari Al-Qur’an</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam ayat tersebut, Allah berfirman: </span><b>{قُلْ} </b><i><span style="font-weight: 400;">“Katakanlah”, </span></i><span style="font-weight: 400;">yang berarti Allah memerintahkan kita menyatakan suatu pernyataan dan melakukan konsekuensinya</span><b>.</b><span style="font-weight: 400;"> Lalu setelah itu Allah berfirman</span></p>
<p><b>{وَنُسُكِي}</b><span style="font-weight: 400;">, di antara tafsiran ulama terdahulu tentang firman Allah tersebut </span><b>{وَنُسُكِي}</b><span style="font-weight: 400;"> adalah ibadah penyembelihan yang kulakukan. Ayat ini mengandung perintah Allah kepada kita untuk mengesakan-Nya dalam ibadah menyembelih, hal ini sebagaimana firman Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;">,</span></p>
<p style="text-align: right;">إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ*فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.</span></i> <i><span style="font-weight: 400;">Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan lakukanlah penyembelihan binatang” </span></i><span style="font-weight: 400;">(Al-Kautsar: 1-2).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kemudian Allah berfirman {</span><b>لِلَّهِ</b><span style="font-weight: 400;">}, maksudnya hanya hak Allah dan untuk-Nya sajalah perbuatan menyembelih tersebut dipersembahkan. Hal ini menujukkan bahwa <em>dzabh</em> (menyembelih hewan) adalah sebuah bentuk ibadah, karena ibadah tersebut hanya boleh dipersembahkan kepada Allah saja. Inilah yang disebut dengan Tauhid Uluhiyyah.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Penjelasan Dalil dari Hadits</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: right;">لعن الله من ذبح لغير الله</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Semoga Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) dipersembahkan untuk selain Allah</span></i><span style="font-weight: 400;">” (HR. Muslim)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam hadits ini, Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">mendo’akan keburukan orang yang menyembelih binatang yang dipersembahkan untuk selain Allah. Do’a keburukan yang dimaksudkan di sini adalah do’a laknat yang maksudnya adalah terjauhkan dari rahmat Allah, ini berarti bahwa menyembelih (binatang) untuk selain Allah adalah dosa besar, karena pelakunya terancam laknat Allah. Dengan demikian, perbuatan  menyembelih (binatang) untuk selain Allah tersebut dimurkai oleh Allah, berarti sebaliknya, menyembelih (binatang) untuk Allah semata itu dicintai oleh-Nya. Sedangkan setiap yang dicintai oleh Allah adalah ibadah. Jadi, tepatlah pendalilan penulis </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullahu </span></i><span style="font-weight: 400;">dengan membawakan hadits yang mulia ini untuk sebuah kesimpulan bahwa menyembelih binatang (dzabh) adalah ibadah.</span></p>
<p><b>[bersambung]</b></p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
<hr>
<p style="text-align: center;"><a href="http://pedulimuslim.com/informasi-umum/mari-salurkan-qurban-anda-di-pelosok-indonesia-tengah-kalbar-sulawesi-ntt-dan-sekitarnya/"></a></p>
<p> </p>
[serialposts]
 