
<h2><strong>Ucapan Selamat Idul Fitri</strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Bagaimana <a title="ucapan selamat yang benar di hari raya Idul Fitri" href="https://konsultasisyariah.com/ucapan-selamat-idul-fitri" target="_blank">ucapan selamat yang benar di hari raya Idul Fitri</a>?</em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<h3><strong>Hukum memberikan ucapan selamat hari raya</strong></h3>
<p>Al-Hafiz Ibnu Hajar mengatakan, “Dari Jubair bin Nufair; beliau mengatakan, ‘Dahulu, apabila para sahabat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> saling bertemu pada hari raya, mereka saling mengucapkan, ‘<em>Taqabbalallahu minna wa minkum</em>.”” (Sanadnya<em> hasan</em>; <em>Fathul Bari</em>, 2:446)</p>
<p>Ibnu Aqil menyebutkan beberapa riwayat. Di antaranya dari Muhammad bin Ziyad; beliau mengatakan, “Saya pernah bersama Abu Umamah Al-Bahili <em>radhiallahu ‘anhu</em> dan beberapa sahabat lainnya. Setelah pulang dari shalat id, mereka saling memberikan ucapan, ‘<em>Taqabbalallahu minna wa minkum</em>.'” (<em>Al-Mughni</em>, 2:250; As-Suyuthi mengatakan, “Sanadnya <em>hasan</em>.”) <a href="https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2013/08/jual-quran-readpen.png"><img class="alignright  wp-image-19686" style="border: 2px solid yellow;" alt="jual quran readpen" src="https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2013/08/jual-quran-readpen.png" width="193" height="270" srcset="https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2013/08/jual-quran-readpen.png 214w, https://konsultasisyariah.com/wp-content/uploads/2013/08/jual-quran-readpen-107x150.png 107w" sizes="(max-width: 193px) 100vw, 193px"></a></p>
<p>Imam Malik ditanya tentang ucapan seseorang kepada temannya di hari raya, “Taqabbalallahu minna wa minkum,” atau, “Ghafarallahu lana wa laka.” Beliau menjawab, “Saya tidak mengenalnya dan tidak mengingkarinya.” (At-Taj wal Iklil, 2:301).</p>
<p>Ibnu Habib menjelaskan maksud ucapan Imam Malik, “Maksud beliau, saya tidak menganggapnya sebagai sunah dan saya tidak mengingkari orang yang mengucapkannya, karena ucapan itu isinya baik, mengandung doa ….” (<em>Al-Fawakih Ad-Dawani</em>, 3:244)</p>
<p>Syekh Asy-Syabibi mengatakan, “Bahkan, wajib mengucapkan ucapan selamat ketika hari raya, jika tidak mengucapkan kalimat ini menyebabkan permusuhan dan terputusnya hubungan sesama ….” (<em>Al-Fawakih Ad-Dawani</em>, 3:244)</p>
<p><strong>Catatan:</strong></p>
<p>Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir, dari Ubadah bin Shamit <em>radhiallahu ‘anhu</em>; bahwa beliau bertanya kepada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tentang ucapan selamat di masyarakat ketika id (<em>taqabbalallahu minna wa minkum</em>). Kemudian, beliau menjawab, “Itu perbuatan orang ahli kitab,” dan beliau membencinya. Namun, di dalam sanad riwayat ini ada perawi yang bernama Abdul Khaliq bin Khalid bin Zaid. Kata Imam Bukhari, “<em>Mungkarul hadits </em>(hadisnya tidak diterima),” Abu Hatim menilai, “<em>Dhaif</em>,” An-Nasa’i mengatakan, “Tidak terpercaya,” Ad-Daruquthni mengatakan, “Perawi yang ditinggalkan,” sedangkan Abu Nu’aim mengatakan, “Tidak ada apa-apanya.” (<em>Al-Hawi lil Fatawa</em>, 1:117, karya As-Suyuthi)</p>
<p><strong>Lafal <a title="ucapan selamat Idul Fitri" href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">ucapan selamat Idul Fitri</a> yang disarankan para ulama</strong></p>
<p>Dari Jubair bin Nufair; beliau mengatakan, “Dahulu, para sahabat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, apabila saling bertemu pada hari raya, saling mengucapkan,</p>
<p class="arab">َ<strong>تقَبَّلَ الله ُمِنَّا وَمِنْكُمْ</strong></p>
<p>“<em>Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian</em>.” (Sanadnya <em>hasan</em>; <em>Fathul Bari</em>, 2:446)</p>
<p>Ibnu habib mengatakan, “Yang semisal dengan ini adalah ucapan sebagian orang ketika id, ‘<strong>عِيدٌ مُبَارَكٌ</strong>‘ (Id yang diberkahi), ‘<strong>أَحْيَاكُمُ</strong>‘ (Semoga Allah memberi keselamatan bagimu), dan semisalnya. Tidak diragukan, bahwa ini semua diperbolehkan.” (<em>Al-Fawakih Ad-Dawani</em>, 3:244)</p>
<p>Imam Malik ditanya tentang ucapan seseorang kepada temannya di hari raya, “<em>Taqabbalallahu minna wa minkum</em>,” atau “<em>Ghafarallahu lana wa laka</em>.” Beliau menjawab, “Saya tidak mengenalnya dan tidak mengingkarinya.” (<em>At-Taj wal Iklil</em>, 2:301)</p>
<p>Syekhul Islam mengatakan, sebagai jawaban atas pertanyaan yang ditujukan kepada beliau, “Ucapan selamat di hari raya antara satu sama lain setelah shalat id (<em>taqabbalallahu minna wa minkum</em> atau <em>ahalallahu ‘alaika</em> dan semacamnya) maka ucapan ini diriwayatkan dari beberapa sahabat bahwa mereka melakukannya. Sebagian ulama, seperti: Imam Ahmad dan yang lainnya, juga memberi keringanan ….” (<em>Majmu’ Fatawa</em>, 5:430)</p>
<p><strong>Catatan:</strong></p>
<p>Syekh Ali bin Hasan Al-Halabi mengatakan (<em>Ahkamul Idain</em>, hlm. 62), “Adapun ucapan sebagian orang, ‘<strong><em>Kullu ‘amin wa antum bi khairin</em></strong>‘ atau semacamnya adalah ucapan yang tertolak, tidak bisa diterima. Bahkan, ini termasuk dalam larangan dalam firman Allah,</p>
<p class="arab"><strong>أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ</strong></p>
<p>‘<em>Apakah kalian hendak mengganti sesuatu yang baik dengan sesuatu yang lebih buruk?</em>‘”</p>
<p>Yang semisal dengan ini adalah ucapan yang tersebar di Indonesia, “<strong><em>Minal aidin wal faizin</em></strong>.” <strong>Ucapan ini tidak diriwayatkan dari para sahabat maupun ulama setelahnya.</strong> Ini hanyalah ucapan penyair di masa periode Al-Andalusi, yang bernama “Shafiyuddin Al-Huli”, ketika dia membawakan syair yang konteksnya mengkisahkan dendang wanita di hari raya. (<em>Dawawin Asy-Syi’ri Al-‘Arabi ‘ala Marri Al-Ushur</em>, 19:182)</p>
<p><strong>Oleh karena itu, tidak selayaknya semacam ini diikuti dan dijadikan kebiasaan</strong>. <em>Allahu a’lam</em>.<br>
<strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a title="konsultasi keluarga dan rubrik kesehatan" href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a>)</strong></p>
<blockquote>
<p>Artikel ini didukung oleh Zahir Accounting <a title="Software Akuntansi Terbaik di Indonesia" href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="dofollow"><strong>Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</strong></a>.</p>
<p>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</p>
<ul>
<li>SPONSOR hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>DONASI hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>Donasi dapat disalurkan ke rekening: 8610185593 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial</li>
<li>Keterangan lebih lengkap: <a title="peluang menjadi sponsor dan muhsinin" href="https://konsultasisyariah.com/peluang-meraih-dua-keuntungan-berlipat-ganda" target="_blank"><strong>Peluang Menjadi Sponsor dan Donatur</strong></a>
</li>
</ul>
</blockquote>
 