
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/By21w1HFy9Q" width="auto" height="auto" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p>Niat itu jadi syarat utama sebelum bersuci. Maka hadits tentang niat perlu kita pelajari lebih dahulu.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Pertemuan #01 </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Fikih Ibadah – Bersuci</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>NIAT ITU PENTING</strong></p>
<h3 style="text-align: center;">Hadits #01 dari Umdatul Ahkam karya Syaikh ‘Abdul Ghani Al-Maqdisi</h3>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;"> عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ – رضي الله عنه – قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ: ((إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ – وَفِي رِوَايَةٍ: بِالنِّيَّةِ – وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى , فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ , فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ , وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا , فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ)) .<br>
النيةُ: القصدُ والعزمُ على الشيء.</p>
<p style="text-align: center;">Dari ‘Umar bin Al-Khattab <i>radhiyallahu ‘anhu</i>, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> bersabda, “<i>Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niat (an-niyyaat)—dalam riwayat lain dengan lafazh niyat—dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju</i>.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]
</p>
<p style="text-align: center;">Niat adalah keinginan dan tekad melakukan sesuatu.</p>
<blockquote><p>Kesimpulan penting dari hadits ini, niat itu syarat penting ketika seseorang bersuci.</p></blockquote>
<p> </p>
<h3>Faedah Hadits</h3>
<ol>
<li>Pentingnya niat dalam beramal, standar sahnya amal tergantung pada niat. Amalan bisa dibalas dengan pahala besar kalau niatnya benar.</li>
<li>Perintah untuk ikhlas, cari ridha Allah, bukan cari ridha manusia.</li>
<li>Bahaya beramal untuk cari dunia, harusnya amalan itu untuk mencari akhirat.</li>
<li>Setiap orang itu berbeda-beda dalam niatnya dan ia akan dapatkan balasan dari yang ia niatkan.</li>
<li>Bersuci itu butuh niat.</li>
<li>Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> menjelaskan dengan sangat baik mengenai pokok Islam dan menyebutkan permisalan.</li>
</ol>
<h4></h4>
<h4>Referensi:</h4>
<p><i>Tambihaat Al-Afham bi Syarh ‘Umdah Al-Ahkam</i>. Cetakan kedua, Tahun 1436 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Muassasah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Al-Khairiyah.<span class="Apple-converted-space"> </span></p>
<p>—</p>
<p>Diselesaikan di <a href="https://darushsholihin.com">Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul,</a> 26 Syawal 1439 H</p>
<p>Oleh: <a href="https://rumaysho.com/about-me" data-slimstat-clicked="false" data-slimstat-type="2" data-slimstat-tracking="false" data-slimstat-callback="false">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="https://rumaysho.com/" data-slimstat-clicked="false" data-slimstat-type="2" data-slimstat-tracking="false" data-slimstat-callback="false">Rumaysho.Com</a></p>
<p> </p>
<p> </p>
 