
<p><iframe loading="lazy" width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1269164005&amp;color=2f4468&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe></p>
<p>Ummul Harits binti al-Harits bin Tsa’labah al-Khazrajiyah al-Anshariyah radhiallahu ‘anha adalah seorang sahabat wanita dari kalangan Anshar. Ia dan keluarga besarnya memeluk Islam semuanya. Ia berasal dari Bani Dinar bin an-Najjar.</p>
<p><strong>Nama dan Nasabnya</strong></p>
<p>Nama dan nasab Ummul Harits adalah Sulaimah binti al-Harits bin Tsa’labah bin Ka’ab bin Abdul Asy-hal bin Haritsah bin Dinar bin an-Najjar Taimullah bin Tsa’labah bin Amr bin al-Khazraj bin Haritsah bin Tsa’labah bin Amr bin Muziqiya bin Amir Ma-us Sama’ bin Haritsah al-Ghathrif bin Imril Qays bin Tsa’labah bin Mazin bin al-Azd bin al-Ghauts bin Nabt bin Malik bin Zaid bin Kahlan bin Saba’ bin Ya’rib bin Qahthan. Dari Bani Dinar bin an-Najjar (ath-Thabaqat al-Kubra, 4/338).</p>
<p><strong>Keluarganya</strong></p>
<p>Ibnu Saad menyebutkan ibunya adalah seorang sahabat. Namanya as-Samira’ binti Qays bin Malik bin Ka’ab bin Abdul Asy-hal dari Bani Dinar bin al-Khazraj. Ibunya juga merupakan ibu dari semua saudarinya. Artinya ia tidak memiliki saudari tiri. Padahal poligami yang lumrah di zaman itu membuat seseorang kemungkinan besar memiliki saudari dari ibu yang berbeda.</p>
<p>Semua saudarinya adalah wanita yang pertama memeluk Islam. Dan saudara kandungnya (se-ibu dan se-ayah) adalah sahabat yang mulia. Yaitu Salim bin al-Harits bin Tsa’labah radhiallahu ‘anhu. Ia merupakan peserta Perang Badr. Dan syahid di Perang Uhud (ath-Thabaqat al-Kubra, 3/483).</p>
<p>Saudara seibunya adalah an-Nu’man bin Abdu Amr bin Mas’ud bin Abdul Asy-hal. Juga turut serta dalam Perang Badr. Dan syahid di Perang Uhud (al-Waqidi: al-Maghazi, 1/164). Kemudian adh-Dhahak bin Abdu Amr bin Mas’ud bin Abdul Asy-hal turut serta juga dalam Perang Badr dan Uhud (al-Waqidi: al-Maghazi, 1/164-165). Lalu Quthbah bin Abdu Amr syahid di peristiwa Bi’ru Maunah (al-Waqidi: al-Maghazi, 1/353). Dan seorang sahabaiyat bernama Su’aidah kun-yahnya Ummu ar-Riya’ bin Abdu Amr bin Mas’ud bin Abdul Asy-hal radhiallahu ‘anha.</p>
<p><strong>Suami</strong></p>
<p>Ummu al-Harits menikah dengan seorang sahabat yang mulia Amr bin Ghaziyah bin Amr dari Bani Mazin bin an-Najjar. Suaminya turut serta dalam Baiat Aqobah II, Perang Badr, dan Perang Uhud (Ibnu Hisyam: as-Siroh an-Nabawiyah, 1/458).</p>
<p>Dari pasangan ini lahir dua orang putra yang bernama al-Harits dan Abdurrahman. Si sulung bernama al-Harits. Dan dia seorang sahabat (Ibnul Atsir: Asadul Ghabah, 3/757).</p>
<p>Kemudian ia menikah dengan seorang sahabat Anshar juga yang bernama al-Harits bin Khazamah. Ia juga turut dalam Perang Badr, Uhud, dan semua peperangan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (Ibnu Abdil Bar: al-Isti’ab fi Ma’rifatil Ash-hab, 1/287-288).</p>
<p>Pasangan ini memiliki anak yang bernama Suhaimah (ath-Thabaqat al-Kubra, 8/438).</p>
<p>Diterjemahkan dari: https://islamstory.com/ar/artical/3408310/ام-الحارث-الانصارية</p>
<p><strong>Oleh Nurfitri Hadi (IG: @nfhadi07)<br>
Artikel www.KisahMuslim.com</strong></p>
 