
<p>Di antara lagi tempat untuk bershalawat adalah di pasar, saat menghadiri undangan dan ketika bangun tidur malam.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">13- Bershalawat ketika keluar ke pasar atau menghadiri undangan atau semacamnya.</span></h4>
<p>Ibnu Abi Hatim berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id bin Yahya bin Sa’id Al-Qatthan, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyr, telah menceritakan kepada kami Mas’ar, telah menceritakan kepada kami ‘Amir bin Syaqiq, dari Abu Wail, ia berkata, “Aku melihat ‘Abdullah duduk-duduk di perjamuan (pesta), menghadiri jenazah, atau selainnya, ia tidaklah berdiri hingga ia memuji dan menyanjung Allah, juga bershalawat kepada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, lalu ia berdoa dengan beberapa doa. Ketika ia pergi ke pasar, ia menghampiri suatu tempat di sana, lantas ia pun duduk, memuji Allah, bershalawat pada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam, </em>serta berdoa dengan beberapa doa.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, Ibnu Abi Syaibah 6: 103, dan An-Namiri. As-Sakhawi berkata dalam <em>Al-Qaul Al-Badi’</em> hlm. 218 bahwa sanad riwayat ini jayyid. Lihat <em>Jala’ Al-Afham</em>, hlm. 353)</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">14- Bershalawat ketika bangun dari tidur malam.</span></h4>
<p>An-Nasa’i dalam Sunan Al-Kabir, ia berkata, telah menceritakan padaku ‘Ali bin Muhammad bin ‘Ali, telah menceritakan pada kami Khalaf yaitu Ibnu Tamim, telah menceritakan pada kami Abul Ahwash, telah menceritakan pada kami Syarik, dari Abu Ishaq, dari Abu ‘Ubaidah, dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Allah itu menertawai dua orang. Orang pertama adalah orang yang bertemu musuh. Ia terus berada di atas kudanya kala teman-temannya terpukul mundur. Ia tetap terus kokoh. Jika ia terbunuh, ia mati syahid. Jika ia tetap hidup, itulah yang Allah menertawainya.</p>
<p>Orang kedua adalah orang yang bangun di tengah malam, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Ia menyempurnakan wudhu, kemudian ia memuji dan menyanjung Allah serta mengagungkan-Nya, lalu bershalawat pada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, kemudian ia membuka Al-Qur’an. Itulah yang Allah menertawainya. Allah berfirman, “Lihatlah pada hamba-Ku yang berdiri shalat malam tanpa dilihat oleh seorang pun selain Aku.”</p>
<p>Dikeluarkan pula oleh ‘Abdur Razaq (11/ no. 8798), telah menceritakan pada kami Ma’mar, dari Abu Ishaq, dari Abu ‘Ubaidah, dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata seperti kalimat di atas. (Lihat <em>Jala’ Al-Afham</em>, hlm. 354)</p>
<p><em>Semoga manfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.</em></p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Referensi:</span></h4>
<p><em>Jalaa-ul Afham fii Fadhli Ash Shalah was Salaam ‘ala Muhammad Khoiril Anam</em>, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Dar Ibni Katsir, cetakan kedua, tahun 1432 H.</p>
<p><em>Jalaa-ul Afham fii Fadhli Ash Shalah was Salaam ‘ala Muhammad Khoiril Anam</em>, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, terbitan Dar ‘Alamil Fawaid, cetakan ketiga, tahun 1433 H.</p>
<p>—</p>
<p>Selesai disusun menjelang ‘Ashar, 7 Muharram 1437 H di <a href="http://DarushSholihin.Com" target="_blank">Darush Sholihin Panggang, Gunungkidul</a></p>
<p>Penulis: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="https://rumaysho.com/">Rumaysho.Com</a></p>
<p>Ikuti update artikel Rumaysho.Com di <a href="https://www.facebook.com/rumaysho" target="_blank">Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat (sudah 3,6 juta fans)</a>, <a href="https://www.facebook.com/muhammad.tuasikal" target="_blank">Facebook Muhammad Abduh Tuasikal</a>, <a href="https://twitter.com/RumayshoCom" target="_blank">Twitter @RumayshoCom</a>, <a href="https://instagram.com/rumayshocom" target="_blank">Instagram RumayshoCom</a></p>
<p>Untuk bertanya pada Ustadz, cukup tulis pertanyaan di kolom komentar. Jika ada kesempatan, beliau akan jawab.</p>
 