
<p>Pada artikel sebelumnya kita telah membahas <strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/53684-siapakah-luqman-yang-allah-abadikan-namanya-dalam-al-quran.html" data-darkreader-inline-color="">Siapakah Luqman yang Allah Abadikan Namanya dalam Al Qur’an ?</a></strong></p>

<h2><span style="font-size: 21pt;"><strong>Perintah untuk Bersyukur</strong></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Kisah Luqman dalam Al Qur’an diawali dengan penyebutan anugerah hikmah kepadanya dan perintah untuk bersyukur kepada Allah. Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> berfirman : </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ</span></p>
<p><b>“ </b><i><span style="font-weight: 400;">Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, dan Kami perintahkan kepadanya, “Bersyukurlah kepada Allah”. Dan barangsiapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.</span></i><span style="font-weight: 400;"> ” (Luqman : 12)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam ayat ini Allah memerintahkan Luqman untuk bersyukur kepada-Nya atas hikmah yang telah dianugerahkan kepada dirinya. Syaikh ‘Abdurrahman As Sa’di </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">menjelasakan bahwa dalam ayat ini Allah memerintahkan Luqman untuk bersyukur kepada Allah atas apa yang telah Allah berikan kepada-Nya agar Allah senantiasa memberkahinya dan terus menambah nikmat dan keutamaan kepada dirinya. Allah juga menceritakan bahwa syukurnya orang yang bersyukur pasti manfaatnya akan kembali kepada dirinya sendiri. Dan sebaliknya barangsiapa yang kufur dan enggan bersyukur kepada Allah maka kerugian dan kesengsaraan juga akan kembali kepada dirinya sendiri. (Lihat Tafsir As Sa’di)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Perintah Allah kepada Luqman dalam ayat ini menjadi pelajaran dan wasiat bagi kita semua, hendaknya kita sebagai hamba harus senantiasa bersyukur kepada Allah.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/20127-bersyukur-ketika-senang-dan-bersabar-ketika-mendapat-bencana.html" data-darkreader-inline-color="">Bersyukur Ketika Senang, Bersabar Ketika Mendapat Bencana</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Makna dan Hakikat Syukur</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam firman Allah ( اشْكُرْ لِلَّهِ) (beryukurlah kepada Allah) terdapat huruf </span><i><span style="font-weight: 400;">lam </span></i><span style="font-weight: 400;">yang menunjukkan kekhususan dan keistimewaan. Artinya syukur secara mutlak hanyalah boleh ditujukan kepada Allah saja dan tidak boleh ditujukan kepada selain Allah.Oleh karena itu seorang hamba wajib dalam hatinya hanya bersyukur kepada Allah.  </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syukur maknanya adalah merealisasikan ketaatan kepada Allah yang telah memberi nikmat dengan cara meyakininya dalam hati, memuji dengan lisan, dan melakukaan taat dengan anggota badan. Maka yang terkait dengan syukur meliputi lisan, hati, dan juga seluruh anggota badan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ada perbedaan antara syukur dan pujian. Seseorang bersyukur disebabkan karena adanya nikmat dari Allah. Adapaun pujian </span><b>(الحمد)</b><span style="font-weight: 400;"> penyebabnya adalah adanya kesempurnaan dari yang dipuji dan adanya pemberian darinya. Sehingga seorang hamba memuji Allah disebabkan karena dua alasan, yaitu kesempurnaan Allah dan juga memuji-Nya karena nikmat yang Allah berikan kepada hamba tersebut. Namun memuji hanya terbatas dilakukan oleh lisan saja. Adapun bersyukur maka meliputi syukur dengan hati, lisan, dan anggota badan.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/10603-sujud-syukur-setiap-selesai-shalat.html" data-darkreader-inline-color="">Sujud Syukur Setiap Selesai Shalat</a></strong></p>
<p><span style="font-size: 21pt;"><b>Faidah Bersyukur </b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala</span></i><span style="font-weight: 400;"> menjelasakan : </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;"> وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ </span></p>
<p><b>“</b><i><span style="font-weight: 400;">Dan barangsiapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. “</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apa maksud ayat ini ? Para ulama tafsir menjelasakan bahwa pahala syukur akan kembali kepada orang yang bersyukur. Maka ini merupakan manfaat yang akan kembali kepada dirinya. Bukanlah maksudnya syukur akan kembali kepada Allah dan memberikan manfaat untuk Allah, karena hakikatnya Allah tidak mendapat manfaat dari ketaatan hamba-Nya dan tidak pula mendapat mudharat dari kemaksiatan hamba-Nya. Oleh karena itu faidah dan manfaat dari besyukur kembalinya kepada orang yang telah bersyukur tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalil-dail lain yang menyebutkan tentang hal ini di antaranya :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">مَنْ عَمِلَ صَالِحاً فَلِنَفْسِهِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih maka (pahalanya) untuk dirinya sendir</span></i><span style="font-weight: 400;">i “ (Fushilat : 46)</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَمَنْ عَمِلَ صَالِحاً فَلِأَنفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Dan barangsiapa yang beramal shalih maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan)</span></i><span style="font-weight: 400;"> “ (Ar Ruum : 44)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam sebuah hadits qudsi, Rasul </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِى مُلْكِى شَيْئًا</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Seandainya orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, seluruh manusia dan jin, mereka semua bertakwa seperti orang yang paling bertakwa di antara kalian, maka niscaya tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun.</span></i><span style="font-weight: 400;"> “ (H.R Muslim) (Lihat </span><i><span style="font-weight: 400;">at Tashiil li Ta’wwil at Tanziil</span></i><span style="font-weight: 400;"> Tafsir Surat Luqman karya Syaikh Musthofa al ‘Adawy )</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/8883-rahasia-syukur-sabar-dan-istighfar.html" data-darkreader-inline-color="">Rahasia Syukur, Sabar, dan Istighfar</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Tidak Bersyukur Berarti Kufur</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Lawan dari syukur adalah kufur. Allah berfirman :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ</span></p>
<p><b>“ </b><i><span style="font-weight: 400;">Dan barangsiapa yang tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.</span></i><span style="font-weight: 400;"> ” (Luqman : 12)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Perlu diingat, bahwa perbuatan orang-orang yang kufur terhadap nikmat Allah sama sekali tidak akan memberi mudahrat bagi Allah dan sedikitpun tidak mengurangi kekuasaan Allah karena Dia adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">Al Ghaniy </span></i><span style="font-weight: 400;">(Zat Yang Maha Kaya dan Tidak Membutuhkan Selainnya) . Demikian pula perbuatan orang-orang yang kufur tidak akan mengurangi hikmah dan keadilan Allah, karena Dia adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">Al Hamiid </span></i><span style="font-weight: 400;">(Zat Yang Maha Terpuji)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka adanya orang yang bersyukur terhadap nikmat Allah dan ada pula orang-orang yang berbuat kufur terhadap nikmat tersebut terdapat hikmah di dalamnya. Hikmahnya adalah untuk membedakan keutaaman syukur dan bahayanya perbuatan kufur. Jika tidak ada bedanya, maka kondisi manusia akan sama sehingga niscaya tidak bisa terbedakan perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk. </span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/5945-keutamaan-orang-kaya-yang-bersyukur.html" data-darkreader-inline-color="">Keutamaan Orang Kaya Yang Bersyukur</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Faidah Ayat</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Surat Luqman ayat ke-12 ini mengandung beberapa faidah :</span><b> </b></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">. Penjelasan adanya anugerah hikmah yang Allah berikan kepada Luqman.</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">. Hikmah terkadang Allah berikan kepada hamba-Nya yang bukan Nabi, karena menurut jumhur ulama Luqman bukanlah termasuk Nabi.</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">. Wajibnya bersyukur kepada Allah, karen Allah memerintahkan ( اشْكُرْ لِلَّهِ ) ( bersyukurlah kepada Allah )</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">. Syukur kepada Allah termasuk bagian dari hikmah, karena hikmah maknanya adalah sesuai dengan kebenaran dan menempatkan sesuatu sesuai dengan semestinya. Tidak diragukan lagi bahwa orang yang bersyukur berarti dia telah merealisasikan hal tersebut.</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">. Balasan syukur kembalinya kepada hamba yang telah bersyukur tersebut. </span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">. Orang yang mendapat anugerah hikmah maka hendaknya lebih bersyukur kepada Allah dibanding dengan yang tidak mendapatkannya. </span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">. Allah tidak mendapat manfaat sedikitpun dari ketaatan orang yang berbuat taat, bahkan ketaatan tersebut manfaatnya akan kembali kepada hamba itu sendiri. </span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">. Perbuatan kufur tidak sedikitpun memberikan mudharat bagi Allah.</span></li>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">. Penentapan adanya dua nama bagi Allah yaitu </span><i><span style="font-weight: 400;">Al Ghaniy</span></i><span style="font-weight: 400;"> (Zat Yang Maha Kaya dan Tidak Membutuhkan Selainnya) dan </span><i><span style="font-weight: 400;">Al Hamiid</span></i><span style="font-weight: 400;"> (Zat Yang Maha Terpuji) serta kandungan sifat yang ada dalam dua nama tersbut.</span>
</li>
<li style="font-weight: 400;">
<span style="font-weight: 400;">. Allah disifat dengan dua sifat sekaligus yaitu </span><i><span style="font-weight: 400;">ghinaa</span></i><span style="font-weight: 400;"> (tidak membutuhkan yang lain) dan </span><i><span style="font-weight: 400;">al hamd </span></i><span style="font-weight: 400;">(yang terpuji).  Tidak setiap yang </span><i><span style="font-weight: 400;">ghaniy</span></i><span style="font-weight: 400;"> itu terpuji dan tidak setiap yang terpuji itu </span><i><span style="font-weight: 400;">ghaniy</span></i><span style="font-weight: 400;">. Adapun Allah memiliki kedua sifat tersebut sekaligus yang menunjukkan kesempurnaan sifat-sifat Nya. </span>
</li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian pembahasan surat Luqman ayat ke-12. Semoga Allah menjadikan kita termsuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa <strong>bersyukur atas setiap nikmat yang kita dapatkan. </strong></span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/4072-syukur-di-kala-meraih-sukses.html" data-darkreader-inline-color="">Syukur di Kala Meraih Sukses</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/577-melestarikan-tauhid-dengan-dzikir-dan-syukur.html" data-darkreader-inline-color="">Melestarikan Tauhid Dengan Dzikir dan Syukur</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>Penulis : <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/adika" data-darkreader-inline-color="">Adika Mianoki</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/adika" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sumber bacaan utama : </span><i><span style="font-weight: 400;">Tafsiir Al Qur’an Al Kariim Surat Luqman</span></i><span style="font-weight: 400;">, Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin</span><i><span style="font-weight: 400;"> rahimahullah</span></i><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
 